membaui kembali ...
aroma sawah di sela angin
dari hilir pematang-pematang,
lalu tegaklah disana
menjadi saksi pengantin-pengantin rumput
memuja musim dengan nyanyian gemerisiknya
mendengarkan kembali ...
risau baling-baling memutar arah
melagukan petuah langit kepada embun
dan disana para malaikat subuh meretas jalannya
Tanahku,tanah tak tersiram
bumiku,bumi meretak kalah
Damaiku selalu .. disini
sementara ...
Tanah yang lain tak pernah menanyakan kesendirianku,
tanah yang lain tak pernah membicarakan jalan hidupku,
dan di tanah ini aku takkan pernah bisu
sampai saatnya nanti ...
aku bukan apa-apa dan
tak ingin menjadi apa-apa